Peringatan Maulid Nabi SAW dan Haul Akbar Masyayikh Darussalam Ke-III



Kamis, 10 September 2026 M, yang bertepatan dengan tanggal 28 Rabiul Awal 1448 H, menjadi momen yang sangat bersejarah dan sarat akan makna bagi keluarga besar Madrasah Darussalam. Pada hari yang penuh berkah tersebut, madrasah menggelar dua majelis mulia secara bersamaan, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan momentum Haul Akbar Masyayikh Darussalam yang ke-III.

​Acara akbar ini dibanjiri oleh lautan manusia yang hadir dengan penuh antusiasme dan kekhusyukan. Ratusan santri duduk dengan rapi dan takzim, didampingi oleh para wali santri serta tamu undangan dari berbagai kalangan yang turut memadati area Madrasah Darussalam. Mereka berkumpul dalam satu majelis tidak hanya untuk memupuk kecintaan kepada sang kekasih Allah, Baginda Rasulullah, tetapi juga untuk mendoakan dan mengenang jasa-jasa, keikhlasan, serta perjuangan para pendiri (masyayikh) Madrasah Darussalam yang telah mendedikasikan hidupnya demi tegaknya pendidikan agama di madrasah ini.



​Kemegahan dan kesakralan acara semakin terasa dengan gemuruh lantunan sholawat yang dibawakan secara apik oleh Tim Hadrah Ishari. Tabuhan rebana yang khas, serempak, dan energik mengiringi syair-syair pujian kepada Baginda Nabi. Penampilan ini sukses membangkitkan getaran spiritual di dada setiap hadirin, membawa suasana haru sekaligus kebahagiaan yang mengaliri setiap rangkaian acara.

​Puncak acara yang paling dinantikan adalah Mauidhoh Hasanah (siraman rohani) yang disampaikan langsung oleh tamu kehormatan, Guru Mulia KH. Sofwan Musthofa dari Desa Durjan. Kehadiran beliau menjadi daya tarik utama sekaligus penyegar dahaga spiritual bagi jamaah.

​Dalam tausiyahnya yang menyejukkan, KH. Sofwan Musthofa merajut benang merah antara kecintaan kepada Rasulullah dengan penghormatan kepada para ulama. Beliau berpesan agar akhlak agung Nabi Muhammad SAW senantiasa menjadi pedoman hidup. Di saat yang sama, beliau juga menekankan pentingnya menjaga sanad keilmuan dan tidak melupakan perjuangan para masyayikh Darussalam. Mengenang para masyayikh melalui peringatan Haul ke-III ini, menurut beliau, adalah bentuk bakti dan rasa syukur, agar ilmu yang dipelajari oleh para santri menjadi barokah dan bermanfaat bagi umat.

​Peringatan Maulid Nabi dan Haul Akbar Masyayikh ini ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Sofwan Musthofa. Seluruh hadirin menengadahkan tangan, bermunajat memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan bagi arwah para Masyayikh Darussalam, serta harapan agar seluruh hadirin kelak diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan syafaatnya.

​Terselenggaranya agenda besar ini menjadi bukti nyata bahwa Madrasah Darussalam senantiasa kokoh menjaga tradisi keagamaan dan menghormati akar sejarahnya. Semoga gema sholawat, doa yang terpanjat, dan untaian nasihat di majelis ini terus menjadi lentera yang menerangi langkah para santri dalam menuntut ilmu.